PEMBINAAN KARAKTER DI SEKOLAH RAKYAT HARUS BERBASIS KEPENTINGAN TERBAIK ANAK, BUKAN SEKADAR KEDISIPLINAN
Post by: Admin

Yayasan Cahaya Guru (YCG) menyambut baik semangat kolaborasi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Namun, kami merasa perlu menyampaikan sejumlah catatan penting sebagai wujud tanggung jawab terhadap kepentingan terbaik anak, menyusul rencana pelibatan sekitar 1.000 Taruna Akademi Militer (Akmil) Tingkat 1 dan 2 untuk membina karakter siswa di 178 titik Sekolah Rakyat, yang dijadwalkan mulai Agustus 2026.

Latar Belakang
Kementerian Sosial (Kemensos) dan TNI mengumumkan program pembentukan karakter bagi siswa Sekolah Rakyat dengan mengerahkan 1.000 taruna yang akan bertugas di tiap sekolah — masing-masing lima taruna per sekolah — untuk membimbing siswa dan guru dalam hal kedisiplinan dan kerapian. Materi yang direncanakan antara lain menyetrika seragam, merapikan tempat tidur, menata lemari, dan menyemir sepatu, dengan durasi satu minggu pada awal Agustus 2026. Program ini dituangkan sebagai pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025.

Pandangan Yayasan Cahaya Guru
YCG menegaskan bahwa kepentingan terbaik anak harus menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak — terutama karena pesertanya berasal dari kelompok yang membutuhkan dukungan lebih.

"Yayasan Cahaya Guru berpandangan bahwa kualitas pendampingan anak harus menjadi prioritas. Karakter tidak dibentuk melalui penghukuman, tetapi melalui keteladanan, relasi yang hangat, pendampingan yang konsisten, dan lingkungan belajar yang aman." Tegas Muhammad Mukhlisin, Direktur Eksekutif Yayasan Cahaya Guru. 

Mukhlisin juga menambahkan, ketika anak tinggal di asrama, sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi rumah kedua. Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar kedisiplinan, melainkan pendamping yang memiliki kapasitas pedagogis, psikologis, dan pengasuhan.

"Kolaborasi lintas sektor adalah hal yang baik, namun setiap pihak harus bekerja sesuai kompetensi dan profesionalitasnya. Guru tetap memegang peran utama dalam mendidik dan mengajar, sementara pihak lain berperan melengkapi." tambahnya.

Delapan Catatan Penting YCG
1. Kepentingan Terbaik Anak sebagai Prinsip Utama
Kepentingan terbaik anak harus menjadi prinsip utama dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Setiap kebijakan, program, dan intervensi yang menyangkut anak-anak harus diukur dari dampaknya terhadap kesejahteraan, keamanan, dan perkembangan anak secara menyeluruh.

2. Sekolah sebagai Ruang yang Aman dan Inklusif
Sekolah harus menjadi ruang yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak, terutama karena peserta Sekolah Rakyat berasal dari kelompok yang membutuhkan dukungan lebih. Pendekatan apapun yang diterapkan harus memperkuat — bukan mengancam — rasa aman psikologis anak.

3. Kolaborasi Lintas Sektor yang Proporsional
Kolaborasi lintas sektor dimungkinkan, termasuk dengan TNI, selama perannya jelas, proporsional, dan tidak menggantikan fungsi pendidik maupun pengasuh. YCG mendukung semangat gotong royong dalam pendidikan, dengan syarat masing-masing pihak berperan sesuai mandat dan kompetensinya.

4. Kompetensi Khusus yang Wajib Dimiliki Pendamping
YCG menekankan bahwa mendampingi anak-anak di Sekolah Rakyat membutuhkan kompetensi khusus, bukan hanya kemampuan membangun kedisiplinan. Pendamping perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang perkembangan anak, pedagogi, psikologi anak, perlindungan anak, dan pengasuhan. Taruna Akmil Tingkat 1 dan 2 yang masih dalam masa pendidikan perlu dibekali secara memadai sebelum berinteraksi dengan anak-anak dalam konteks pendidikan.

5. Fungsi Pengasuhan dalam Sistem Asrama
Karena Sekolah Rakyat berbasis asrama, anak-anak tinggal jauh dari orang tua. Oleh karena itu, para pendamping juga menjalankan fungsi pengasuhan (caregiving). Mereka perlu mampu membangun relasi yang aman, penuh empati, dan mendukung perkembangan sosial-emosional anak — jauh melampaui sekadar mengajarkan kerapian fisik.

6. Pembentukan Karakter Bukan Sekadar Kedisiplinan
Pembentukan karakter tidak identik dengan kedisiplinan dan penghukuman. Karakter lebih efektif dibangun melalui keteladanan, relasi yang positif, pembiasaan, dialog, serta pendampingan yang konsisten. Program satu minggu yang berfokus pada kerapian fisik belum memadai untuk tujuan pembentukan karakter yang sejati.

7. Guru Tetap Menjadi Aktor Utama Pendidikan
Guru dan tenaga kependidikan tetap menjadi aktor utama dalam proses pendidikan. Keterlibatan pihak lain sebaiknya bersifat melengkapi sesuai dengan kompetensi dan mandatnya. YCG mendesak agar batas peran taruna diperjelas secara tertulis sehingga tidak berpotensi menggantikan fungsi pedagogis guru.

8. Evaluasi yang Komprehensif dan Berbasis Kesejahteraan Anak
Keberhasilan Sekolah Rakyat perlu dievaluasi secara komprehensif, tidak hanya dari aspek ketertiban, tetapi juga dari kesejahteraan psikologis anak, kualitas pembelajaran, perkembangan karakter, serta kesiapan anak untuk tumbuh menjadi pribadi yang mandiri dan berdaya.

Rekomendasi YCG
Berdasarkan delapan catatan di atas, YCG merekomendasikan agar pemerintah:

  • Memastikan seluruh pendamping — termasuk taruna Akmil — mendapat pembekalan memadai dalam bidang psikologi anak, perlindungan anak, dan pendekatan ramah anak sebelum diterjunkan.
  • Menetapkan secara tertulis dan transparan batas peran taruna sebagai kakak pendamping (mentor), bukan pengganti guru atau pengasuh profesional.
  • Melibatkan ahli pendidikan, psikolog anak, dan pegiat perlindungan anak dalam perancangan dan evaluasi program.
  • Menyediakan mekanisme pengaduan yang aman dan mudah diakses oleh siswa jika terjadi perlakuan yang tidak sesuai.
  • Mengembangkan indikator keberhasilan yang holistik, mencakup kesejahteraan psikologis, perkembangan sosial-emosional, dan kualitas pembelajaran — bukan hanya kerapian fisik.

YCG siap berkolaborasi dengan pemerintah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan Sekolah Rakyat benar-benar menjadi ruang tumbuh yang bermartabat, aman, dan memerdekakan bagi setiap anak Indonesia.

 

Narahubung:

Muhammad Mukhlisin

Direktur Eksekutif Yayasan Cahaya Guru

Email: m.mukhlisin@cahayaguru.or.id

Website: www.cahayaguru.or.id

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.