200 Ribu Anak Terpapar Judi Daring, Yayasan Cahaya Guru Luncurkan Board Game “CUAN” untuk Tingkatkan Literasi Keuangan Guru dan Pelajar
Post by: Admin

Jakarta, Mei 2026 — Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengungkapkan hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi daring atau judi online, termasuk sekitar 80 ribu anak berusia di bawah 10 tahun. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi masa depan generasi muda Indonesia.

“Judi online adalah scam yang sistemnya memastikan pemain hampir selalu rugi dan kalah dalam jangka panjang,” kata Meutya dalam kegiatan Indonesia GOID Menyapa Gass Pol Tolak Judol di Medan, Rabu (14/5/2026).

Yayasan Cahaya Guru menginisiasi pembelajaran inovatif untuk meningkatkan literasi keuangan melalui pendekatan board game atau papan permainan edukatif bernama CUAN (Cara Untung Atur Uang). Papan permainan ini ditujukan bagi guru dan pelajar tingkat SMA/SMK/MA, dan akan diluncurkan pada 23 Mei 2026 di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemen Dikdasmen).

Direktur Eksekutif Yayasan Cahaya Guru, Muhammad Mukhlisin, menyatakan bahwa rendahnya literasi keuangan telah membawa dampak serius, tidak hanya bagi masyarakat umum, tetapi juga para guru dan murid di dunia pendidikan.

“Data OJK mengungkapkan 42 persen peminjam online adalah guru. Ini menjadi tanda bahwa literasi keuangan perlu diperkuat secara serius di lingkungan pendidikan. Kita juga melihat berbagai kasus yang memprihatinkan, mulai dari guru yang terjerat pinjaman online hingga pelajar yang terpapar judi online,” ujar Mukhlisin.

Ia menyoroti sejumlah kasus yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Di Sumatera Selatan, seorang guru SD di Ogan Ilir diduga menggelapkan tabungan siswa hingga lebih dari Rp100 juta untuk membayar utang pinjaman online. Kasus serupa juga melibatkan guru SD di Indralaya Utara yang menggelapkan Rp 95 juta uang tabungan siswa demi menutup kebutuhan pribadi dan utang pinjol. Sementara di Jakarta, seorang guru Sosiologi SMA diduga menggadaikan laptop milik siswa akibat tekanan finansial yang berkaitan dengan pinjaman online.

Kasus yang melibatkan pelajar juga semakin mengkhawatirkan. Seorang siswa SMP di Kulon Progo diketahui bolos sekolah selama satu bulan karena malu terlilit utang akibat judi online dan pinjaman online. Bahkan, seorang mahasiswa di Cianjur ditangkap karena mengedarkan ganja dengan motif membayar utang pinjol dan judi online.

Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri menunjukkan, sejak awal 2025 terdapat 16 pelajar dan mahasiswa yang menjadi terlapor kasus perjudian online maupun offline. Sementara data PPATK menunjukkan bahwa pada kuartal pertama 2025, pemain judi online usia 10–16 tahun menyetorkan dana lebih dari Rp2,2 miliar, sedangkan kelompok usia 17–19 tahun mencapai Rp. 47,9 miliar.

YCG berkolaborasi dengan PT Insight Investments Management (IIM) dan Apparo Game, menyusun permainan ini selama kurang lebih lima bulan. Melalui pendekatan bermain, papan permainan CUAN diharapkan mampu meningkatkan pemahaman guru dan pelajar mengenai pengelolaan keuangan, risiko pinjaman, investasi, serta dampak judi online.

“Literasi keuangan tidak cukup hanya diajarkan melalui ceramah atau teori. Anak muda perlu pendekatan yang menyenangkan, interaktif, dan dekat dengan keseharian mereka. Karena itu, board game ini kami hadirkan sebagai media belajar yang lebih relevan,” lanjut Mukhlisin.

“Melalui board game, kami juga berupaya untuk mempererat kembali interaksi sosial yang nyata, mengasah kemampuan berpikir strategis, dan yang paling penting melepaskan diri sejenak dari ketergantungan gawai,” tegasnya. 

Setelah peluncuran, para guru peserta akan menerapkan metode pembelajaran menggunakan board game CUAN di sekolah masing-masing sebagai bagian dari edukasi literasi keuangan yang kontekstual dan partisipatif.

Mukhlisin berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memperkuat literasi keuangan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami oleh generasi muda.

“Kami berharap permainan ini dapat disebarluaskan ke lebih banyak sekolah dan komunitas pendidikan. Kami juga membuka peluang kerja sama dengan pemerintah maupun sektor swasta untuk bersama-sama membangun ekosistem pendidikan literasi keuangan yang lebih kuat dan inklusif,” tutupnya.

Para guru yang tertarik mengikuti tahap awal pelatihan ini dapat mendaftar melalui link berikut: bit.ly/LaunchingPelatihan_CUAN  

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.