25
Sep 2024
Cegah Kekerasan di Satuan Pendidikan, YCG Luncurkan Program CEKATAN
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Jakarta, 14 September 2024 – Angka kekerasan di dunia pendidikan belakangan ini menunjukkan tren yang sangat mengkhawatirkan. Sebagai respons terhadap kondisi ini, Yayasan Cahaya Guru (YCG) berkolaborasi dengan Indika Foundation dan Insight Investment Management menyelenggarakan kickoff dan workshop program CEKATAN (Cegah Kekerasan Anak dengan Terobosan Sosial Emosional). Program ini bertujuan untuk mencegah kekerasan di sekolah melalui pendekatan pembelajaran sosial emosional.

Acara ini dibuka oleh Muhammad Mukhlisin, Direktur YCG, yang menjelaskan bahwa YCG ingin mendapatkan masukan dari guru dan siswa untuk menyusun modul pelatihan yang akan digunakan dalam kegiatan belajar-mengajar. Selain itu, program ini juga akan mengembangkan program percontohan untuk guru dan sekolah yang bersedia mengimplementasikan modul tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sisil, fasilitator YCG, memperkenalkan konsep Sosial Emosional Learning (SEL) sebagai pendekatan utama dalam pencegahan kekerasan. Sisil menekankan pentingnya mengenali dan meregulasi emosi, karena emosi yang dirasakan adalah valid dan perlu dikelola dengan baik. Sesi ini diakhiri dengan pemaparan mengenai manfaat SEL dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan aman.

Sesi Diskusi Kelompok

Acara dilanjutkan dengan breakout room yang dibagi menjadi dua kelompok: guru dan siswa.

Pada kelompok guru, mereka berbagi pengalaman mengenai emosi yang sering muncul saat mengajar. Emosi "sabar" menjadi yang paling dominan, dipicu oleh kondisi siswa yang tidak siap belajar, ruang kelas yang berantakan, atau perkataan kasar dari siswa. Guru berbagi strategi untuk menghadapi situasi ini, mulai dari memberikan nasihat hingga mengajak diskusi siswa.

Kelompok siswa, di sisi lain, bercerita tentang berbagai perasaan yang mereka alami di sekolah, seperti bahagia ketika mendapat nilai baik, dan bosan saat pelajaran tidak menarik. Mereka juga berbagi perasaan cemas dan sedih ketika menghadapi tekanan tugas yang banyak atau merasa gagal dalam belajar.

Pengembangan Kompetensi Sosial Emosional

Pada sesi utama kedua, Sisil kembali menjelaskan pentingnya kompetensi sosial emosional yang terdiri dari: Self-awareness, Social Awareness, Responsible Decision Making, Self-Management, dan Relationship Skills. Melalui penerapan SEL, siswa dan guru dapat mengelola emosi dan menjalin hubungan yang lebih baik di sekolah. Sisil juga membahas berbagai bentuk kekerasan yang terjadi di sekolah, baik fisik, psikis, hingga kekerasan dalam bentuk kebijakan diskriminatif.

Para peserta kemudian berbagi cerita mengenai pengalaman kekerasan di sekolah. Ibu Syarifah, guru dari SMKN 1 Bojonggede, mengisahkan perkelahian antara siswa akibat kesalahpahaman sepele yang memicu kekerasan fisik. Kekhawatiran serupa juga disampaikan oleh Ibu Yani dan Bu Rahmi, yang merasa prihatin dengan berbagai kasus kekerasan yang terjadi di sekolahnya.

Harapan dan Rekomendasi

Setelah diskusi yang mendalam, para peserta sepakat bahwa modul pencegahan kekerasan berbasis SEL sangat dibutuhkan di sekolah. Mereka berharap modul tersebut dapat mencakup panduan praktis dalam menghadapi kekerasan, strategi meningkatkan empati, dan kerja sama yang lebih baik antara guru, siswa, dan orang tua.

Program CEKATAN ini diharapkan menjadi terobosan dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman dan mendukung perkembangan sosial emosional anak. Hasil diskusi dan masukan dari para peserta akan dijadikan landasan untuk menyusun modul pencegahan kekerasan di sekolah, yang akan segera diuji coba di beberapa sekolah percontohan.

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.