10
Sep 2022
Lokakarya Guru Demokrasi di Ruang Kelas, Ajak Guru Pahami Makna Dan Prinsip Demokrasi
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Anak-anak memiliki beragam latar belakang dan keragaman kebutuhan masing-masing. Namun, mereka memiliki hak dan tanggung jawab yang sama untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Guru yang membangun suasana kelas demokratis akan membantu murid berpikir kritis, memecahkan masalah, dan mengembangkan percaya diri. Oleh sebab itu, guru perlu memahami nilai dan prinsip-prinsip demokrasi sehingga dapat menerapkan di kelas. Demikian beberapa catatan penting Lokakarya Guru “Demokrasi dalam Ruang Kelas”, Sabtu, 10 September 2022, di Salihara, Jakarta Selatan. 

 

Gillby Fernando, Guru SMA Katolik Ricci Jakarta menyatakan Lokakarya Guru “Demokrasi dalam Ruang Kelas” ini membuat dia lebih memahami makna dan prinsip demokrasi dengan mudah.  Fasilitator menjelaskan dan mengajak guru-guru untuk merefleksikan makna demokrasi melalui film Indonesian Pluralities dan permainan privilege walk yang menyenangkan. 

 

“Lokakarya ini telah membuka wawasan demokrasi, kebangsaan, pentingnya nilai menghargai, dan toleransi” tegasnya. Menurutnya, kegiatan yang paling berkesan adalah permainan privilege walk. Karena peserta memainkan peran yang sarat dengan makna. 

 

“Ternyata masih banyak saudara kita yang mengalami diskriminasi, dan termarjinalkan hak-haknya” kisah Gilby. 

 

Sementara itu Desy Anggraeni, guru SMK Budi Warman Tangerang Selatan merasa beruntung bisa mengikuti lokakarya ini. Menurutnya kegiatan ini sangat membantu dirinya sebagai guru untuk memperkaya metode pembelajaran.

 

“Salah satunya diskusi literasi melalui nonton film bersama yang mungkin bisa saya implementasikan di program saya ke depan.” tegasnya. 

 

Menurut Desy, sharing antar guru membuat dia semakin memahami pentingnya sikap saling menghargai. Memahami demokrasi, menurutnya, dapat diwujudkan dengan menjunjung hak orang lain untuk berekspresi dan mengaktualisasikan diri. 

 

Dia juga berupaya menerapkan materi lokakarya ini di kegiatan OSIS. Selang beberapa hari setelah lokakarya, Desy menceritakan kegiatannya bersama murid-muridnya. 

 

“Alhamdulillah kemarin saya sudah mencoba menerapkannya di pembekalan OSIS untuk pematangan diri mereka dalam kegiatan LDKPD adik-adik kelas X yang akan dilaksanakan pada Jumat ini. Suasana, antusias dan semangat mereka pada saat melangsungkan permainan privilege walk sungguh memberikan banyak pelajaran baik evaluasi terhadap diri juga antar sesamanya.” Ucap Desy. 

 

Desy juga mengajarkan pentingnya mendengarkan dan peduli kepada sesama. Hal itu dia lakukan melihat refleksi setelah permainan. Banyak anak hanya fokus pada diri mereka sendiri. Dia berharap anak muridnya menjadi pribadi yang memahami dan mempraktikkan nilai-nilai demokrasi serta peduli pada sesama. [MM]

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.