03
Sep 2022
SEKOLAH GURU KEBINEKAAN 2022 | 8
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Sekolah Guru Kebinekaan 2022: Pertemuan #8

Inspirasi Kebangsaan dan Kemanusiaan dari Ruang Kelas

Sabtu, 3 September 2022

 

Raden Ajeng Kartini yang mengajarkan perempuan ikut belajar, ada Ki Hadjar Dewantara yang mendirikan Taman Siswa. Tapi dibalik itu, ada banyak tokoh-tokoh pendidikan, banyak orang partikelir yang mendirikan sekolah rakyat, kemudian ada Chinese School, dimana pendidikan zaman Belanda, tidak semua orang bisa sekolah”, ungkap James peserta SGK 2022.

Suasana berbagi dan menginspirasi, itulah yang kami rasakan pada sabtu pagi dalam kegiatan SGK 2022 pertemuan kedelapan. Pagi itu, kami sama-sama belajar tentang inspirasi kebangsaan dan kemanusiaan dari tokoh bangsa yang juga berkarir menjadi guru.

***

Ruang Virtual - “Inspirasi Kebangsaan dan Kemanusiaan dari Ruang Kelas”, merupakan tauju pertemuan kedelapan SGK 2022, yang diselenggarakan pada sabtu pagi 03 september 2022. Dalam pertemuan pagi itu, para peserta berkesempatan untuk meneliti dan mencari inspirasi kebangsaan dari tokoh pendidikan Indonesia, yang berkontribusi terhadap nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

Muhammad Farras Abiyyu selaku fasilitator memberikan sambutan hangat dan memandu kegiatan membangun rasa aman dan nyaman bagi semua, tak ayal hal tersebut memberikan dorongan kepada kawan-kawan guru untuk bersedia berbagi dan berefleksi tentang apa yang ditangkap dari sesi sebelumnya.

Ada beragam respon yang didapatkan antara lain, “pertemuan lalu membuat saya menjadi berefleksi”, “pengalaman adalah guru yang baik”, “saya merefleksikan tentang rasa kebangsaan”, dst. Sebelum bersama-sama belajar, Farras Abiyyu terlebih dahulu mengajak kawan-kawan guru dalam aktivitas menebak gambar, dimana kawan-kawan guru diberikan satu fakta menarik dan satu potongan gambar.

Rohana Kudus dan Suyatin Kartowiyono merupakan beberapa tokoh yang kami angkat dalam aktivitas tebak gambar, menariknya ada beberapa guru yang baru mengetahui kedua tokoh tersebut pernah berkarir menjadi guru, serta meniti jalan kebangsaan dan kemanusiaan melalui ruang kelas.

Pada aktivitas utama di ruang kelas, kawan-kawan guru melakukan riset terhadap tiga tokoh pendidikan yang berkontribusi terhadap kebangsaan dan kemanusiaan di Indonesia, yaitu Maria Walanda Maramis, Yap Thiam Hien, dan Engku Muhammad Syafei. Proses fasilitasi ditemani para fasilitator Yayasan Cahaya Guru, antara lain Indah Manurung, Chandra C.A Putri, dan Muhammad Mukhlisin.

Peran Guru dalam Kebangsaan dan Kemanusiaan

Dalam sejarah kemerdekaan, peran guru sebagai perintis jalan menuju kemerdekaan sangatlah penting. Beberapa tokoh kemerdekaan Indonesia adalah guru-guru yang sangat percaya pentingnya pendidikan untuk memerdekakan diri.

Kartini, Willem Iskandar, Ki Hajar Dewantara, Rahma El Yunusiah, Dewi Sartika dan Engku Mohammad Syafei berangkat dari berbagai latar belakang berbeda tetapi masing-masing memiliki peran besar dalam dunia pendidikan. Yap Thiam Hien, Tan Malaka, Jenderal Sudirman pun pernah menjadi guru.

Tokoh-tokoh yang dihadirkan dalam sesi SGK-8, barulah sebagian kecil tokoh pendidikan yang diangkat oleh Yayasan Cahaya Guru. Kami berharap, sesi ini dapat memberikan penguatan kepada kawan-kawan peserta SGK 2022, tentang peran guru yang dapat berdampak terhadap masyarakat, bangsa, dan dunia.

Dari beberapa tokoh pendidikan di Indonesia, ingin membuat satu kutipan yang indah: guru tidak dapat mengubah pribadi murid saat ini, tapi bisa menuntun murid melihat dunia secara utuh di masa mendatang”, ungkap Misri Fajar Sodikin salah satu peserta SGK 2022.

Kami percaya, bahwa apa yang dilakukan oleh para tokoh pendidikan bangsa dapat memberikan inspirasi kepada para guru SGK 2022, kami berharap perjuangan para tokoh ini menginspirasi kita semua terhadap tonggak sejarah bangsa dan perubahan yang lebih baik.

Guru penting dalam sejarah bangsa. Anda bisa melihat dari kehidupan anda sendiri. Berapa jiwa yang sudah anda sentuh, yang teman-teman lihat dan temani untuk tetap bersuara, yang coba kuatkan kekuatannya, yang coba membangun bersama orangtua mereka, dan itu bagian dari memerdekakan manusia dan memanusiakan manusia karena setiap suara berharga. Setiap langkah anda penting. Setiap langkah kita contoh dari suara yang mesti terdengar. Terima kasih untuk semua yang sudah memberikan suara dengan sangat jelas, jernih, dan penuh upaya”, ungkap Henny Supolo Sitepu memberikan penguatan.

Setiap tokoh punya peranan masing-masing yang saling menguatkan walau berbeda latar belakang. Maria Walanda Maramis lantang bicara emansipasi wanita. Engku Muhammad Syafei, sangat concern pada kemajuan pendidikan dan mendirikan IMS untuk mengasah akal budi murid menjadi dirinya sendiri, bukan menjadi orang lain. Dari Yap Thiam Hien, latar belakangnya berkecimpung di dunia hukum, untuk menjunjung tinggi kemanusiaan.

Semoga dari setiap tokoh pendidikan tersebut, setiap kita bisa mendapatkan inspirasi kebangsaan dan kemanusiaan melalui pelbagai peran yang kita emban. [FI]

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.