10
Nov 2021
WEBINAR PSMA 2021: MENGUBAH TANTANGAN MENJADI PELUANG | PENGALAMAN PEMBELAJARAN PADA MASA PANDEMI
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Mengubah Tantangan Pembelajaran Pada Masa Pandemi Menjadi Peluang

 

Jakarta - Rabu, 10 November 2021 Yayasan Cahaya Guru menyelenggarakan Webinar bertema “Mengubah Tantangan Menjadi Peluang”, kegiatan ini merupakan ruang perjumpaan bagi murid dan guru, untuk berbagi pengalaman dalam proses pembelajaran masa pandemi kepada khalayak, dihelat berkat kerjasama Yayasan Cahaya Guru dengan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas, Kemendikbud Ristek.

Dalam kegiatan ini, hadir perwakilan murid dan guru dari dua provinsi yaitu, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Maluku. Pada webinar ini, para murid dan guru berkesempatan membagikan pengalaman proses pembelajaran masa pandemi, tidak hanya menceritakan tantangan tapi juga peluang yang diraih guna pengembangan kekuatan diri serta pengembangan wawasan keragaman.

Pada kesempatan tersebut, kami turut mengundang Myra Diarsi, Psikolog dari Himpunan Psikologi Jakarta Raya (HIMPSI JAYA), yang hadir sebagai teman belajar dalam webinar. 

Tantangan dan Peluang yang dihadapi Murid

“Apa tantangan yang dirasakan dalam proses pembelajaran masa pandemi?”, begitu pertanyaan yang disampaikan oleh moderator kepada para murid yang menjadi teman belajar dalam kesempatan webinar.

Banyak tantangan, seperti rasa jenuh dan bosan karena harus belajar di rumah, kesulitan memahami bahan ajar yang diberikan guru, seperti video atau lainnya. Terasa juga kesulitan jaringan saat menyaksikan video bahan ajar, serta juga terasa kurangnya waktu untuk memahami materi yang diberikan,” begitu ungkap Bahri dari SMAN 1 Maluku Tengah.

Hal serupa disampaikan pula oleh Yusron dari SMAN 1 Sleman dan Clara dari SMAN 2 Wonosari yang menyatakan bahwa pada masa pembelajaran jarak jauh, kendala teknis seperti kesulitan jaringan, terbatasnya paket data, serta pengelolaan waktu belajar mandiri di rumah.

Berbeda dengan ketiga temannya, Maria Nilanti Ayomi dari Sanggar Anak Alam (SALAM) Yogyakarta, menyampaikan bahwa proses pembelajaran masa pandemi tidak berbeda jauh dengan kegiatan sebelum pandemi. Karena di SALAM merupakan sekolah berbasis riset mandiri, dimana anak di dorong untuk belajar dimanapun dan kapanpun sesuai dengan minat dan bakat yang ingin ditekuni, sehingga proses pembelajaran dilakukan secara mandiri dan lebih cepat beradaptasi pada masa pandemi.

Namun dibalik tantangan yang dihadapi para murid, ada beberapa peluang yang diraih seperti, masa pandemi memiliki waktu untuk diri, belajar mengelola waktu, mengelola keuangan, menumbuhkan jiwa mandiri dalam belajar, mengembangkan minat dan bakat, hingga memperkuat relasi antar anggota keluarga.

Cerita Guru menghadapi Tantangan dan Peluang dalam pembelajaran

Dalam masa pandemi, tantangan juga dihadapi oleh para guru dalam proses pembelajaran. Dalam kegiatan ini, pengalaman dari para guru dibagikan oleh Novita Wulansari, guru SMAN 1 Wonosari dan Ifan Purnama Rafani, guru SMAN 1 Maluku Tengah.

Kami sebagai guru merasakan tantangan yang sama dengan para murid terkait teknis, namun dari sisi pandang guru kami juga kesulitan dalam mengetahui profil murid, merasa kurang maksimal dalam proses pembelajaran, juga kesulitan memberikan nilai yang objektif dalam pelbagai tugas yang diberikan”, ungkap Novita. Menurut beliau, dalam proses pemelajaran masa pandemi, guru akan sangat terbantu apabila ada pendampingan sekolah dalam pengembangan penggunaan teknologi yang relevan pada masa pandemi. 

Ifan Purnama Rafani pun menyampaikan hal yang senada, dimana masa pandemi memunculkan tantangan yang beragam, terkhusus bagi guru yang berada di wilayah timur Indonesia. Menurut beliau, “Kami di timur lebih nyaman bertatap muka dalam mengajar dan mendidik, namun kebiasaan tersebut dalam sekejap dibatasi.” Pandemi mendorong para guru untuk mengetahui perkembangan teknologi, karena pemelajaran harus diselenggarakan dalam jaringan (daring), hal yang menurutnya begitu disayangkan adalah para guru tidak mengetahui dengan baik, kondisi murid apakah baik-baik saja atau tidak, karena hanya bisa menatap melalui layar.

Satu diantara praktik baik yang dilakukan SMAN 1 Wonosari dan SMAN 1 Maluku ialah, peduli terhadap isu keragaman yang dihadirkan dalam bentuk kegiatan di sekolah. Misalnya SMAN 1 Wonosari membuat Satgas Toleransi, yang membuka ruang perjumpaan lintas agama bagi para murid, guru, dan masyarakat sekolah. 

Adapun SMAN 1 Maluku Tengah, memupuk rasa persaudaraan antar umat beragama dengan menggemakan nilai kearifan lokal “ale rasa beta rasa”, menurut Ifan, “pengalaman konflik Maluku semoga tidak dirasakan oleh daerah lain, semoga praktik baik tentang keragaman, dapat juga diadopsi semua sekolah agar bisa menjaga kehidupan bersama”

Hal yang perlu didorong dalam pemelajaran masa pandemi

Ada beberapa hal yang penting yang menjadi sorotan Myra Diarsi, antara lain baik murid dan guru dapat menyikapi proses pemelajaran masa pandemi secara positif, sehingga tidak terfokus pada tantangan yang dialami, justru fokus kepada hal apa yang bisa dilakukan. 

Myra mengapresiasi murid dan guru yang mampu berkembang dalam masa pandemi, namun Myra mengingatkan bahwa ada satu hal yang hilang dalam proses pemelajaran masa pandemi yaitu, pengalaman pemelajaran berkelompok. Beliau menyampaikan bahwa “Guru dan orang tua harus bekerja sama untuk secara aktif menghadirkan proses pemelajaran kelompok pada masa pandemi. Karena hal ini dapat menumbuhkan sikap toleransi dan tenggang rasa, dan hal seperti ini harus didorong sesegera mungkin karena proses pemelajaran masa pandemi berlangsung dalam waktu lama, dan murid cenderung belajar secara individual”.

Pada sesi penutup, Muhammad Mukhlisin Program Manager Yayasan Cahaya Guru menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh guru, murid, praktisi, dan masyarakat yang hadir dalam kegiatan webinar. Beliau juga menyampaikan bahwa Yayasan Cahaya Guru mendorong untuk membuka ruang perjumpaan antara guru dan murid, agar dapat berdialog dengan penuh empati dan saling mengerti dalam masa pandemi. (IR/MM)

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.