17
Jul 2020
MEMBANGUN EMPATI MELALUI RISET DI KELAS
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Jakarta - Riset berbasis empati dapat membantu guru lebih peka memahami persoalan murid dan membantu mencari jalan keluarnya. Salah satu cara efektif melakukannya adalah dengan menggunakan pendekatan Human Centred Design (HCD), yaitu menempatkan manusia (murid) di tengah semua pertimbangan dan keputusan. Metode penerapan HCD dapat dilakukan dengan beberapa tahapan. Mulai dari berempati, mengartikan (mempertajam wawasan), menyalurkan ide, membuat purwarupa, dan uji coba.

Demikian petikan diskusi daring, "Menerapkan Pengajaran Berbasis Empati Melalui Riset", dengan narasumber Dalia Kuwatly seorang peneliti dan design researcher, Jumat (17/07/2020).

Kenapa penting menerapkan empati di ruang kelas?

Dengan memahami sudut pandang murid, guru dapat mendorong potensi masing-masing individu. Selain itu, dengan berempati guru dapat menjawab kebutuhan dan kompetensi murid yang berbeda-beda. Seringkali hal tersebut tidak terefleksikan dalam sistem yang sudah ada sekarang.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa kawan-kawan guru membagikan pengalaman penelitian kelas yang pernah dilakukan. Pengalamannya begitu beragam, mulai dari pengamatan siswa yang tidak sarapan sebelum berangkat sekolah, observasi pemahaman mata pelajaran siswa, observasi dan pendampingan anak disabilitas, dan observasi daya tangkap materi.

“Mencari kebutuhan murid dapat dilakukan dengan hal-hal yang sederhana, misal dengan interaksi di dalam kelas sehari-hari, interaksi yang ditangkap dapat dianalisa dan menghadirkan solusi. Observasi itu sangat diperlukan.” Ujar Dalia Kuwatly.

“Saya mendapatkan hal baru dari apa yang disampaikan Dalia, terima kasih pada kawan-kawan guru yang berbagi serta hadir dalam kegiatan ini. Pengalaman yang dibagikan adalah satu bagian penting dan berharga” tegas Henny Supolo, Ketua Yayasan Cahaya Guru yang turut hadir dalam kegiatan tersebut. (MM/FI/FA)

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.