18
Jul 2020
MENGAJARKAN BERPIKIR KRITIS MELALUI LITERASI MEDIA
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Pernahkan kawan guru mendapatkan informasi hoax? Bagaimana reaksi kawan guru? mencoba verifikasi,cuek, atau pernah mempercayai berita yang ternyata hoax? Saat ini media sudah menjadi bagian kehidupan dan kebudayaan kita. Setiap hari kita mengonsumsi berita dari berbagai media. Mulai dari media cetak, elektronik, sosial media, baliho, dll.

Yayasan Cahaya Guru bekerjasama dengan Leliana Setiono (Master of Human Resource Management, University of Melbourne, Australia) menyelenggarakan diskusi daring literasi media yang mengangkat tema, “Literasi Media dan Keragaman, Bagaimana Mengajarkannya?”. Diskusi diselenggarakan pada Sabtu, 18 Juli 2020, dengan menggunakan kanal Zoom Meeting.

Bagaimana caranya? Langkah sederhananya, Kawan-kawan guru dapat memulai dengan teliti dan terampil dalam memilih berita dan sumber beritanya. Pastikan sumber beritanya dapat dipertanggung-jawabkan. Pahami isi pesan lalu analisa, apakah berita tersebut valid atau tidak. Setelah memastikan berita benar dan valid, maka jika informasi tersebut penting dan bermanfaat, kawan-kawan guru baru dapat membagikan pesan tersebut kepada murid atau orang lain.

“Sebagai guru, pemahaman literasi media ini penting untuk mendampingi murid-murid kita. Kita juga perlu lebih teliti membaca berita, tidak semua media mempunyai perspektif keragaman.” ujar Muhammad Mukhlisin, program manager Yayasan Cahaya Guru selaku moderator.

Mari saling bertukar ilmu, menginspirasi, memperluas sudut pandang, dan berdiskusi untuk menambah wawasan.[MM/FI/FA]

Salam keragaman!

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.