06
Jun 2020
REPORTASE DISKUSI : REFLEKSI & STRATEGI PENDIDIKAN DALAM KENORMALAN BARU
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

NARASI PENGALAMAN GURU, BAGI NARASI BESAR PENDIDIKAN INDONESIA

 

Indonesia - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat melalui program Jabar Masagi menyelenggarakan kegiatan diskusi daring bertema “Refleksi dan Strategi Pendidikan dalam Kenormalan Baru”, hadir beberapa pembicara dalam kegiatan diskusi diantaranya, Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat), Iwan Syahril (Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan), Dewi Sartika (Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat), dan Henny Supolo Sitepu (Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru).

 

“Kawan-kawan Guru (di Jawa Barat) sangat beruntung memiliki gubernur yang jelas sekali sikapnya, yang saya dengar dan hangat di hati yaitu, semua pihak harus mengambil peran termasuk pemerintah dalam hal ini (pendidikan), menekankan gotong royong, kurikulum mestinya memberi ruang kreativitas dan inovasi, lalu yang paling penting beliau mengucapkan proses pendidikan harus mulai dari bawah, sehingga kita harus sangat mengetahui kekuatan di bawah ini, untuk mengetahui keragaman yang ada”, tutur Ketua Dewan Yayasan Cahaya Guru, saat membuka pembicaraan.

 

Dalam diskusi daring Henny Supolo menyampaikan bahwa saat ini, dunia pendidikan sedang diberikan peluang fleksibilitas dan pemaknaan dalam proses belajar mengajar, yang mana membebaskan ketuntasan belajar, akan tetapi perlu untuk mengutamakan refleksi atau pemaknaan.

 

“Gubernur Jabar dan Dirjen GTK menyampaikan tentang refleksi, jadi dua bapak-bapak ini ingin mengatakan satu hal kepada kita, tenang, kita semua pasti punya kekuatan dan kita semua pasti bisa mengatasinya bersama”, ungkap Henny Supolo.

 

Henny Supolo mengajak kawan-kawan guru untuk merefleksikan pengalaman proses belajar mengajar, karena pengalaman kawan-kawan guru belum tentu dialami kawan lain. Pengalaman itu perlu untuk dibaca, bukan hanya untuk kawan sesama guru tapi juga oleh semua pihak yang memiliki kepedulian terhadap dunia pendidikan, sehingga kawan-kawan guru memiliki teman seiring dalam mengantarkan anak menggapai masa depan yang gemilang.

 

“Tulis pengalaman anda, karena tidak ada pengalaman yang tidak berharga, tulislah itu, narasi kecil kita ini adalah narasi yang sangat penting, yang apabila kita satukan, akan menjadi narasi besar bangsa ini. Narasi-narasi kecil kita sebagai guru, sangat penting. Karena narasi tersebut yang akan membentuk narasi besar pendidikan kita. Ingat bahwa sejarah pendidikan Indonesia kita yang menuliskannya”, tutup Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru Henny Supolo Sitepu.

 

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama Disdik Jabar dengan Yayasan Cahaya Guru diikuti setidaknya 1.000 peserta yang tergabung dalam beberapa kanal digital, yang disiarkan langsung pada kanal Youtube Humas Jabar dan Disdik Jabar. Hadir peserta dari pelbagai kalangan, mulai dari guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, orang tua, hingga murid. (FI/FA)

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.