16
May 2020
REPORTASE DISKUSI : PUASA DALAM TRADISI RAGAM AGAMA DAN KEPERCAYAAN
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

PRAKTIK PERJUMPAAN: PUASA DALAM TRADISI RAGAM AGAMA DAN KEPERCAYAAN

 

Indonesia - Sabtu, 16 Mei 2020 Sekolah Guru Kebinekaan 2020 melanjutkan kegiatan secara daring (online), pada pertemuan ke-5 para guru mendapatkan kesempatan praktik perjumpaan. Biasanya kami melakukan praktik perjumpaan dengan mendatangi langsung sumber belajar, kami mengajak kawan-kawan guru berkunjung ke rumah ibadah seperti Masjid Istiqlal, Gereja Katedral, Vihara Dhammacakka, Pura Aditya Jaya, Gurdwara Sikh, serta komunitas masyarakat yang membangun sikap keragaman.

 

Tentunya dalam masa pandemi, kunjungan serupa tidak bisa dilakukan. Oleh karenanya, bertepatan dengan bulan Ramadhan lalu, kami merancang kegiatan praktik perjumpaan dalam bentuk diskusi daring yang mengangkat tema, “Puasa dalam Tradisi Ragam Agama dan Kepercayaan”.

 

Hadir 5 perwakilan agama dan kepercayaan yang berbagi kepada kawan-kawan guru, dalam kesempatan kali itu kawan-kawan guru mendapatkan kesempatan bertemu dengan perwakilan Sunda Wiwitan, Buddha, Katholik, Kristen, dan Islam.

 

Tak hanya itu saja kawan-kawan guru pun mendapatkan pengembangan yang disampaikan sesama peserta guru, yang memberikan penjelasan tentang tradisi puasa dari agama Hindu, Konghucu dan Ahmadiyah. Kesempatan untuk berbagi dalam waktu 2 jam terasa begitu sebentar, namun harapannya perjumpaan singkat itu dalam menjadi daya ungkit kawan-kawan guru untuk memahami keragaman di sekitar.

 

Yayasan Cahaya Guru percaya bahwa perjumpaan dengan liyan, dapat meluruhkan prasangka untuk kemudian membangun sikap empati satu sama lain. Langkah selanjutnya tentunya, kawan-kawan guru yang hadir dapat menjadi rujukan keragaman, kebangsaan dan kemanusiaan di tempat dimana berkarya.

 

“Kawan-kawan saya merasa apa yang kita lakukan adalah bersama-sama membuka ruang perjumpaan, dan kita mendengarkan apapun kita bicarakan sumber serta dasarnya adalah kemanusiaan kita. Kita punya teman belajar yang luar biasa, karena memperkaya kita semua. Yang paling penting dalam situasi sekarang kita perlu menyatukan diri dan saling bergandengan untuk membuka ruang perjumpaan lainnya, dengan media apapun. Tak lupa mari ambil peran kita masing-masing”, tutup Henny Supolo Sitepu Ketua Dewan Pengurus Yayasan Cahaya Guru. (FI/FA)

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.