Jakarta- Jumat malam (11/10) bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Yayasan Cahaya Guru beserta kawan-kawan guru berkesempatan menyaksikan pertunjukan tari Kumolo Bumi yang diselenggarakan oleh Padneçwara karya Rury Nostalgia.

Tarian Kumolo Bumi menceritakan peperangan penuh romansa cinta antara Adaninggar-Kelaswara, yang ada pada naskah Jawa (Serat Menak Cina) yang ditulis Yoyodipiro I. Setiap tarian memberikan alur cerita yang merefleksikan nilai-nilai cinta.

"/>

11
Oct 2019
KUMOLO BUMI HARMONI DUA KEBUDAYAAN TENTANG CINTA
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Jakarta- Jumat malam (11/10) bertempat di Gedung Kesenian Jakarta, Yayasan Cahaya Guru beserta kawan-kawan guru berkesempatan menyaksikan pertunjukan tari Kumolo Bumi yang diselenggarakan oleh Padneçwara karya Rury Nostalgia.

Tarian Kumolo Bumi menceritakan peperangan penuh romansa cinta antara Adaninggar-Kelaswara, yang ada pada naskah Jawa (Serat Menak Cina) yang ditulis Yoyodipiro I. Setiap tarian memberikan alur cerita yang merefleksikan nilai-nilai cinta.

Tarian Kumolo Bumi pun memberikan gambaran tentang integrasi kebudayaan Nusantara serta Tionghoa, yang mampu terlihat indah dalam sebuah kesatuan pertunjukan. Bahkan Guru Hasanah Uswah Hasanah mengatakan bahwa "Ini membuktikan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang terbuka, berbaur dan toleran terhadap bangsa lain sejak berabad yang lalu".

Kawan-kawan guru, sumber belajar tentu bisa didapat dari mana pun, dengan media apapun. Lalu sumber belajar keragaman apa yang pernah kawan-kawan guru berikan untuk menginspirasi murid? Sungguh kami tunggu menanti cerita kawan-kawan guru.

Back
2023© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.