12
Mar 2019
ELABORASI PESAN EKOLOGIS LEWAT WAYANG TAVIP
Post by: Yayasan Cahaya Guru
Share:  
 

Jakarta- Wayang Tavip merupakan salah satu tanda bahwa seni pertunjukan wayang di Indonesia berkembang. Boleh saja Wayang Tavip tidak terlalu di kenal oleh masyarakat, namun dibalik hadirnya Wayang Tavip, ada pesan ekologis yang begitu mulia.

Bertempat di Gedung Kesenian Jakata, hadir beberapa guru yang berkesempatan untuk menyaksikan pertunjukan Wayang Tavip berjudul “Beringin Setan: Apakah Janji Setan Bisa Dipegang?”, yang disutradarai oleh Budi Ros yang merangkap sebagai dalang pada Jumat malam (08/03/2019).

Wayang Tavip memiliki ciri khas dalam visualisasi pementasan yang penuh warna, serta dukungan sistem suara dari beberapa alat sederhana. Satu yang pula yang membedakan pertunjukan wayang ini, yaitu sang dalang sewaktu-waktu dapat muncul menjadi lakon yang nyata dengan kostum menarik. Wayang Tavip bukan terbuat dari kulit atau kayu, melainkan dari limbah plastik yang di daur ulang. Seperti botol kemasan air mineral serta kertas mika.

Muhammad Tavip merupakan inovator wayang tersebut. Para guru menikmati pertunjukan Wayang Tavip, salah satunya Ade Irawan, Guru Sekolah Global Mendiri ini menyatakan, “Wayang ini merupakan genre baru dalam pewayangan di Indonesia. Wayangnya berwarna-warni baik di belakang layar maupun di depan layar. Dalangnya juga kekinian. Kemampuannya meracik kata-kata dan isu-isu kekinian juga berhasil berkali-kali membuat penonton tertawa.”

Hal senada disampaikan Muhammad Mukhlisin, Manajer Program Yayasan Cahaya Guru. “Wayang Tavip merupakan perpaduan antara kreativitas dan kepedulian lingkungan. Saya sangat bangga bisa melihat dan belajar langsung bersama Om Budi Ros dan Muhammad Tavip. Judul Beringin Setan kali ini penuh dengan nilai lingkungan dan pesan pendidikan. Setelah pementasan, kami diajak untuk melihat proses di belakang layar. Ini merupakan momen unik dan langka.” Pungkasnya. (FI)

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.