26
Jul 2018
SALAM JADIKAN ANAK SEBAGAI SUMBER BELAJAR UNTUK SEMUA
Post by: Admin
Share:  
 

Suasana begitu ramai kala itu, anak-anak berlari kesana kemari dengan riang gembira. Tak hanya berlari, ada yang bermain di sawah sambil tertawa, ada pula yang memanjat pohon tanpa takut dengan ketinggian. Para orang tua pun turut bergembira melihat anak-anak mereka riang bermain dengan teman-teman sebayanya. Rasanya tidak ada gawai yang dipegang oleh mereka, alam seperti lebih menyenangkan dibandingkan yang lainnya.

Adalah Sanggar Anak Alam yang memberikan kemerdekaan terhadap anak dalam proses pembelajaran, setiap anak diberikan kebebasan untuk mengembangkan potensi masing-masing, tanpa memberikan sebuah penyeragaman yang pada akhirnya memberikan kesan keterpaksaan pada sebuah proses pendidikan. Boleh jadi penyeragaman yang dilakukan, akan mengungkung potensi peserta didik yang sesungguhnya.

Apabila hal tersebut terjadi, maka kerugian yang luar biasa akan terjadi, bukan hanya pada peserta didik dan orang tua, tapi juga pada bangsa dan negara. Keberagaman dalam pendidikan, mutlak dihadirkan oleh nara didik. Keberagaman yang dihadirkan pun, semestinya memberikan corak akar budaya akan sebuah daerah. Karena Indonesia ini kaya, setiap daerah semestinya memiliki ciri khas tersendiri dalam proses pendidikan.

Keragaman yang ada, berkaitan erat dengan relasi antar manusia, relasi antara peserta didik dengan nara didik, relasi peserta didik dengan masyarakat sekitar, juga relasi peserta didik dengan seluruh elemen yang memberikan dukungan tumbuh kembang dalam perjalanan pendidikan.

“Nara didik harus menyadari lingkungan sekitar, bagaimana nara didik dapat mengajarkan dan mengaplikasikan lingkungan dimana nara didik mengabdi, dan itu yang seharusnya digali baik budaya, kebijakan lokal, dan alam. Semestinya itu menjadi acuan utama proses pendidikan bagi peserta didik. Apabila hal tersebut sudah dapat dijalankan, bukan tidak mungkin makna bineka tunggal ika hadir dalam diri peserta didik”, ungkap Sri Wahyaningsih pendiri Sanggar Anak Alam.

Nara didik memiliki peran besar dalam membangun sebuah atmosfer belajar nan merdeka, juga penting menghadirkan orang tua sebagai rekan belajar dalam proses perkembangan peserta didik. Karena pendidikan bukan sebuah transaksi jual beli ilmu, namun pendampingan untuk meletupkan potensi peserta didik kepada jalur yang baik untuk ditempuh oleh peserta didik.

“Orang tua merupakan fasilitator terbaik bagi peserta didik, oleh karena itu orang tua harus peka terhadap ketertarikan peserta didik, orang tua harus rela memfasilitasi peserta didik hingga pada akhirnya paham akan suatu hal. SALAM memberikan ruang perjumpaan dan ruang belajar bukan hanya untuk peserta didik, tapi untuk siapa saja tak terbatas untuk orang tua atau pun fasilitator”, tutup Sri Wahyuningsih.

Dalam proses belajar yang dilakukan anak, orang tua dan guru sebenarnya turut menjadikan anak sebagai sumber belajar. Mulai dari bertingkah laku kepada sesama, kepada lingkungan, juga kepada sumber belajar nan luas.

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.