Yayasan Cahaya Guru (YCG) kembali membuka perjumpaan dengan guru-guru dalam kegiatan Sekolah Guru Kebinekaan Lanjutan (SGKL). Seluruh peserta adalah para guru yang pernah mengikuti kegiatan keragaman YCG. " />
24
Feb 2018
SEKOLAH GURU KEBINEKAAN LANJUTAN: DARI GURU, OLEH GURU, UNTUK GURU
Post by: Admin

Jakarta,YCG - Yayasan Cahaya Guru (YCG) kembali membuka perjumpaan dengan guru-guru dalam kegiatan Sekolah Guru Kebinekaan Lanjutan (SGKL). Seluruh peserta adalah para guru yang pernah mengikuti kegiatan keragaman YCG.

Pertemuan sepuluh kali dilakukan untuk memberi kesempatan lebih banyak berbagi di antara peserta. Berbagi sesungguhnya merupakan penguatan. Intinya: Sekolah Guru Kebinekaan Lanjutan, dengan berbagai materi yang didiskusikan, merupakan kegiatan dari, untuk dan oleh para guru sendiri. Bahkan pemilihan materipun berdasarkan FGD di antara para guru.

Apa sajakah materi SGKL? 
Pemahaman gender yang pasti akan dibutuhkan di kelas, pengembangan teknik fasilitasi, latih logika dan (lagi-lagi) latihan penulisan merupakan sebagian dari topik yang akan dibahas selain diskusi buku acuan pertemuan yang akan berlangsung hingga bulan Juli 2018.

“Sebagai pemeluk agama yang minoritas di Indonesia, diskriminasi seperti menjadi makanan sehari hari. Namun hari ini, ketika era dan kran kebebasan beragama sudah dibuka, perbedaan saya rasakan cukup signifikan. Meski kegetiran masa lalu masih membekas di hati, kekhawatiran, dan ketidakpercayaan kadang masih terlintas, tetapi jujur harus saya katakan, bahwa berada bersama kawan kawan di SGKL membuat saya sangat nyaman. Ada sesuatu yang berbeda tentang penerimaan terhadap saya yang minoritas. Sampai akhirnya saya merasa bahwa sesungguhnya tak ada yang benar benar minoritas maupun mayoritas..", Gunadi guru SMA/SMK Setia Hati.

“Saya senang melihat murid saya mencoba memahami Diponegoro dengan berbagai bacaan acuan yang didapatkannya,” ungkap Sena Okto guru SMA Negeri 72.

Sesi Latih Logika yang akan berlangsung dalam tiga pertemuan, diberikan oleh Paramita Mohamad. Kegiatan sesi ini memperlihatkan bahwa kemampuan berpikir kritis bisa dan perlu dilatihkan. Video dan diktat karya Community for Change (C4C) berjudul Latih Logika akan diluncurkan segera setelah bahan mendapatkan masukan dari berbagai sumber. Peserta SGKL beruntung mempunyai kesempatan awal untuk mencobanya.

Secara umum YCG berharap semua pengalaman peserta akan menjadi bahan pembelajaran untuk guru atau komunitas lain kelak. (AK)

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.