03
Jun 2017
Filsafat Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Dan Kemerdekaan Pribadi Peserta-Didik
Post by: Admin
Share:  
 
Pertemuan ke dua Sekolah Guru Kebinekaan ini mengulas berbagai pikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai filosofi pendidikan dan kemerdekaan berpikir. Sesuai dengan Bab III tentang Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan UU Sisdiknas no 20/2003 Pasal 4 Ayat 1 yang menyatakan bahwa “pendidikan diselenggarakan secara demokratis, berkeadilan, tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai kultural dan kemajemukan bangsa." 
Terkait hal ini, Prof. HAR Tilaar memberikan pemaparan khusus untuk guru-guru SGK. Prof Tilaar menyampaikan pentingnya membangun kesadaran kritis pada siswa seperti yang telah ditekankan Ki Hadjar Dewantara. Pada tahun 1930 kongres taman siswa pertama mengesahkan asas taman siswa sebagai berikut: 
1. Kemerdekaan setiap orang mengatur diri sendiri
2. Kemerdekaan batin, pikiran, tenaga = kemerdekaan lahir batin
3. Dasar-dasar kodrati-anti intelektualisme barat
4. Pendidikan yang merata dan berkwalitas
5. Menolak bantuan yang mengikat
6. Zelfbedruipngs-systeem
7. Berhamba kepada sang anak 
Selain itu Prof Tilaar juga memberikan pemahaman terkait kesalahpahaman mengenai berpikir kritis. Banyak kalangan masyarakat yang menganggap bahwa berpikir kritis itu selalu diidentikkan dengan tindakan yang konfrontasi, dianggap tidak praktis, dan dianggap sebagai lawan dari emosi atau relasi yang buruk dengan yang lain. 
Lalu seperti apa berpikir kritis itu, prof Tilaar menyampaikan proses berpikir kritis seperti dikutip Joe Y.F. Liu, dalam Critical Thinking and Creativity adalah sebagai berikut: 
1. Mengerti hubungna logis antara ide-ide
2. Formulasikan ide-ide secara tepat 
3. Identifikasi, susun, dan evaluasi argumentasi 
4. Evaluasi pro dan kontra suatu keputusan 
5. Evaluasi evidensi yang menompang dan menyanggah hipotesa 
6. Teliti kelemahan cara berpikir/pertimbangan yang diambil 
7. Analisa masalah secara sistematik 
8. Identifikasi relevansi dan pentingnya ide
9. Justifikasi nilai-nilai seseorang 
10. Refeleksi dan penilaian kemampuan berfikir seseorang 
 
Prof Tilaat menyatakan bahwa saat ini kita membutuhkan konsep pendidikan yang made in Indonesia. Pendidikan yang memahami karakteristik bangsa Indonesia yang Majemuk. 
 

Peserta SGK berfoto bersama narasumber, Prof HAR Tilaar

Prof HAR Tilaar menyampaikan pentingkan kemerdekaan berpikir pada siswa. Beliau menunjukkan buku asas-asas dan dasar tamansiswa yang dapat menjadi rujukan

Peserta bersalaman, kegiatan sederhana ini ternyata sangat bermanfaat untuk membangun kesadaran

Suasana ketika narasumber berbagi cerita dengan peserta SGK

Sisillia, fasilitator SGK memberikan pemaparan terkait Word cloud pemaknaan kebinekaan

Ika, salah satu peserta SGK berbagi pengalaman terkait materi kebebasan berpikir siswa

Back
2018© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.