Pendidikan adalah kemampuan mendengar apapun tanpa hilang kesabaran

 Robert Frost

  • Home
  • Profil
    • Tentang Cahaya Guru
    • Pengurus
  • Kegiatan
    • Jadwal Kegiatan
    • Laporan Kegiatan
  • Publikasi
    • Liputan Media
    • Jurnal
  • Kontak
  • Apa Kata Mereka
Bukan Saatnya Lagi Guru Pasang Kumis PDF 
Sunday, 06 December 2009 23:02

cipendeuy_buat_alat_peraga[YCG-6 Desember 2009] "Kalo dulu, guru mengandalkan kumisnya agar ditakuti oleh siswa. Tapi sekarang, guru harus mengandalkan senyum dan kasih sayangnya kepada siswa agar siswanya senang dalam belajar," kata Bapak Wawan Setiawan, salah seorang peserta Pelatihan Keterampilan Pengelolaan Kelas yang mengajar di SDN Bayabang, Kecamatan Cipendeuy, Bandung Barat.

Ungkapan seperti ini tidak hanya diutarakan oleh Bapak Wawan Setiawan, ada banyak guru yang juga berkomentar senada setelah mengikuti Pelatihan Keterampilan Pengelolaan Kelas. Bapak Suhartono, Guru SDN 02 Cisarua, Kecamatan Tegalwaru, Purwakarta misalnya, dia berkomentar: "Kalo dulu, saya sering marah ketika siswa susah diatur. Tapi sekarang, saya memikirkan bagaimana caranya agar siswa tenang tanpa harus marah. Semua itu saya dapatkan setelah mengikuti pelatihan pengelolaan kelas yang memberikan berbagai trik untuk membuat siswa memperhatikan guru."

Dalam Pelatihan Keterampilan Pengelolaan Kelas ini, peserta diajak untuk mendata potensi lingkungan yang ada di sekitar mereka yang dikaitkan dengan mata pelajaran yang diajarkan di tingkat Sekolah Dasar. Selain itu, peserta diajak untuk mempragakan langsung beberapa cara pengelolaan kelas dan penyampaian materi yang dapat mudah dicerna dan membuat siswa tertarik untuk belajar. Misalnya, peserta diajak untuk bermain operasi hitung dengan menggunakan tutup botol pada mata pelajaran Matematika  untuk kelas rendah. Selain itu, peserta diminta untuk bermain sosiodrama dengan memerankan tokoh-tokoh sejarah pada mata pelajaran Ilmu Sosial.

Yang menarik, meskipun sudah berstatus sebagai guru, para peserta tidak canggung-canggun untuk berbaris layaknya siswa dan mereka diberikan soal sebagai kunci untuk masuk ke ruang pelatihan. Ternyata, guru merasa senang dengan proses pelatihan seperti ini.cipendeuy_pengamatan_cuaca

"Jangankan siswa, gurupun senang dengan cara pembelajaran seperti ini," ungkap salah seorang peserta sambil mengalungkan tulisan angka yang sudah diberi beberapa asesoris tutup botol sesuai dengan angka tersebut.

Serangkaian pelatihan ini dilakukan di pada 14-5 November 2009 dan 5-6 Desember 2009 bertempat di Kompleks PT Badan Pengelola Waduk Cirata (BPWC). Pelatihan ini terselenggara atas kerja sama YCG dan PT PLN melalui PT BPWC.

Pada akhir pelatihan, beberapa peserta menampilkan karyanya selama pelatihan untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ibu Dedeh misalnya membuat hymne YCG dan Bapak Abun menyusun lagu yang berisikan ucapan terima kasih dan doa agar semua pihak yang terlibat dalam pelatihan ini diberikan yang terbaik.AM

 

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 
  • Program Cahaya Guru
    • Peningkatan Profesionalitas Guru
    • Peningkatan Sarana Pembelajaran
    • Peningkatan Kesejahteraan Guru
  • Kemitraan
  • Keuangan
    • Laporan Posisi
    • Sumber dan Penggunaan
  • Gallery
  • Link

Statistik

Content View Hits : 14453

Apa Kata Mereka

Pelatihan ini akanmembuat saya bertambah bekal berada di dalam kelas. Selama ini waktu yang sedikit terasa lama karena Proses Belajar Mengajar (PBM) yang saya ajarkan kaku (miskin metode).

Firnaldi, SDN 04, Baringin Koto Tengah, Peserta Pelatihan Sekolah Binaan FIF

 

 

Ternyata banyak cara untuk menyampaikan pelajaran pada anak dengan cara menyenangkan.

Abun S., SDN Kamulyan, Cipendeuy, Bandung Barat, Jawa Barat

 
Copyright 2008 Yayasan Cahaya Guru