|
Itulah tema yang diangkat dalam pelatihan untuk pelatih (TOT) sebagai bagian dari program Community Base Disaster Risk Reduction (CBDRR) yang dilaksanakan oleh HOPE Worldwide Indonesia bersama Yayasan Cahaya Guru. Pelatihan yang dilaksanakan di Menara Kuningan ini diikuti oleh 27 orang guru dari Sekolah Al-Izhar, Labschool Kebayoran, dan SD 01 Pondok Kacang. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman bagaimana mengurangi resiko bencana melalui pemahaman, pengenalan, dan penanganan sekaligus untuk mempersiapkan para pelatih yang akan memberikan pelatihan kepada guru-guru yang ada di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara sebagai tiga wilayah program di Jakarta.
Materi yang disampaikan pada pelatihan yang dilakukan pada 3 Oktober 2009 ini meliputi: Manajemen Bencana, Pengurangan Resiko Bencana, dan Penanganan Resiko Bencana yang dilanjutkan dengan rencana aksi dari pelatihan yang telah dilakukan. Namun karena para peserta merasa bahwa pelatihan masih belum optimal untuk dapat ditularkan kepada guru lain, maka para peserta mengusulkan agar dilakukan satu kali pelatihan lagi untuk pematangan konsep sehingga para peserta siap untuk berbagi dengan guru lain dari sekolah lain.
Bapak Willy, sebagai koordinator pelaksanaan pelatihan mengakui bahwa materi yang diberikan masih sangat dasar. Namun demikian, pelatihan diharapkan akan menjadi pemicu para peserta untuk mencari informasi tambahan mengenai materi yang didapatkan pada pelatihan ini. "Para peserta diharapkan untuk mencari sendiri bahan-bahan yang terkait," kata Willy.
Setelah mendapatkan pelatihan selama satu hari, para peserta merasa bahwa pelatihan ini telah membuka wawasan mereka bahwa ternyata pemahaman seperti ini penting, bahkan ada di antara mereka yang merasa baru mendapatkan informasi seperti itu. Ada pula peserta yang mengatakan bahwa setelah pelatihan ini kepeduliannya terhadap kondisi daerah mulai tumbuh. "Setelah mengikuti pelatihan ini, kepedulian saya terhadap kondisi lingkungan saya yang berada di pesisir pantai menjadi tumbuh," ungkap Bapak Otong Jaelani, guru dari Al-Izhar ketika menyampaikan pendapatnya mengenani pelatihan satu hari tersebut.
|