The highest result of education is tolerance
Helen Keller
  • Home
  • Profil
    • Tentang Cahaya Guru
    • Pengurus
  • Kegiatan
    • Jadwal Kegiatan
    • Laporan Kegiatan
  • Publikasi
    • Liputan Media
    • Jurnal
  • Kontak
  • Apa Kata Mereka
Pelatihan Bermakna dan Menyenangkan PDF 
Saturday, 04 July 2009 13:25

ti_pel_aceh_sharing_pengalaman[YCG-Juli 09] "Pelatihan ini sangat bermakna, pergunakanlah waktu dan jangan lalai, manfaatkan dengan baik kesempatan ini," ungkap Bapak Sofyan Sulaeman, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Kota Banda Aceh dihadapan para guru SDN 27 dan jajaran Dinas Pendidikan Kota Banda Aceh pada acara pembukaan Pelatihan Peningkatan Pengelolaan Kelas Tahap II yang berlangsung di SDN 27 Banda Aceh pada 1-3 Juli 2009.

Pelatihan diikuti oleh 24 guru dan staf non guru dari SDN 27 Banda Aceh serta dua guru tamu dari SD Unggulan Iqra, dari Wilayah Sigli. Selain dihadiri oleh para guru, staf, dan siswa SDN 27 Banda Aceh, acara pembukaan yang diawali dengan tarian "selamat datang" yang khas Aceh.

Agar proses pelatihan berjalan dengan efektif, semua peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tingkat kelas, yaitu kelas rendah (kelas 1-3) dan kelas tinggi (4-6) dengan dipandu oleh 1 orang fasilitator dan 1 orang observer.

Dalam berbagi (sharing) pengalaman penerapan hasil pelatihan tahap I yang dilakukan di Jakarta, tertangkap bahwa para guru telah berhasil membuat sekitar 32 bentuk implementasi sarana pembelajaran dalam hampir semua mata pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Dalam pelatihan yang bertempat di sekolah ini, pelatih berupaya mengajak semua peserta agar menggunakan kesempatan selama berada di sekolah sebagai sarana pembelajaran bagi siswa, mulai dari awal masuk kelas, sampai akhir jam pelajaran. Beberapa kegiatan yang dilakukan misalnya, peserta diminta untuk berbaris lalu diberikan pertanyaan sebagai kunci masuk kelas. Yang belum bisa menjawab diminta mundur dan menunggu giliran.

Sebagai materi pertama pelatihan, matematika menjadi topik yang menarik bagi peserta. Peserta diajak untuk membuat berbagai media pembelajaran yang mencakup delapan jalur matematika, yaitu Bilangan, Komputasi (Kalibataku: kali, bagi, tambah, kurang), Geometri, Pengukuran, Statistik, Pecahan/Perbandingan/Skala, Pola, dan Problem Solving.ti_pel_aceh_praktek_keramik

Pendekatan pembelajaran IPS yang memanfaatkan barang yang ada di sekitar, seperti kacang merah, korek api, bambu bekas tusuk sate, dan lain-lain dalam membuat peta terasa seperti hal yang baru dan mudah dilakukan bagi para peserta. Selain itu, pembuatan kartu kuartet yang dapat diaplikasikan tidak hanya pada mata pelajaran IPS semakin membuat suasan pelatihan menyenangkan.

"Pelatihan sangat menyenangkan, banyak hal baru dalam metoda mengajar, seperti membuat peta dengan biji-bijian, korek api, dan tusuk sate. Cara seperti ini yang sangat menarik, mudah dimengerti dan dapat memotivasi anak untuk menemukan rumus matematikanya," kesan yang digambarkan oleh Ibu Karmilawati, guru kelas V, SDN 27.

Refleksi pelatihan tidak hanya dilakukan pada hari pertama. Refleksi menjadi kegiatan penutup pelatihan untuk mengingat kembali kegiatan yang dilakukan pada hari tersebut.

Pelatihan ditutup dengan ucapan terima kasih dari Ibu Muchlisa Noor: "Kami sangat berteima kasih kepada YCG dan PT Total E&P Indonesie atas dukungannya dalam melaksanakan pelatihan ini. Banyak sekali hal-hal baru yang kami dapatkan dari pelatihan ini. Inilah materi yang sangat kami butuhkan. Mudah dimengerti dan mudah diterapkan."

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
Security Image
Please input the anti-spam code that you can read in the image.
Powered by !JoomlaComment 4.0alpha3

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

 
  • Program Cahaya Guru
    • Peningkatan Profesionalitas Guru
    • Peningkatan Sarana Pembelajaran
    • Peningkatan Kesejahteraan Guru
  • Kemitraan
  • Keuangan
    • Laporan Posisi
    • Sumber dan Penggunaan
  • Gallery
  • Link

Statistik

Content View Hits : 14442

Apa Kata Mereka

Pelatihan ini akanmembuat saya bertambah bekal berada di dalam kelas. Selama ini waktu yang sedikit terasa lama karena Proses Belajar Mengajar (PBM) yang saya ajarkan kaku (miskin metode).

Firnaldi, SDN 04, Baringin Koto Tengah, Peserta Pelatihan Sekolah Binaan FIF

 

 

Ternyata banyak cara untuk menyampaikan pelajaran pada anak dengan cara menyenangkan.

Abun S., SDN Kamulyan, Cipendeuy, Bandung Barat, Jawa Barat

 
Copyright 2008 Yayasan Cahaya Guru