06
Apr
2009
Hujan Pun Dilalui
Post by: Admin

anak_gintung_aktif[YCG - 6 April 2009, pukul 14.00] Hujan kembali mengguyur Jakarta bahkan lengkap dengan petir dan guntur. Kegiatan persiapan belajar untuk anak Situ Gintung kelas 6 SD terancam batal. Namun, tepat pukul 15.30 anak-anak kelas 6 muncul di "Rumah Belajar." Mereka kelihatan ceria meski basah kuyup.

Persiapan siswa kelas 6 SD ini merupakan kegiatan kerjasama antara Yayasan Cahaya Guru dengan Komunitas Pelatihan Pendidikan Al Izhar, dua lembaga yang bekerjasama membantu kegiatan Yayasan Nurani Dunia dalam persiapan siswa-siswa Situ Gintung untuk menghadapi Ujian Nasional SD, SMP dan SMA tidak sampai sebulan lagi.

Porsi yang diambil oleh Yayasan Cahaya Guru hanyalah sebanyak persiapan 12 siswa kelas 6 yang kelihatan sangat bersemangat bahkan sejak awal pertemuan. Setiap sore selama 2 (dua) jam lamanya, anak-anak ini dipersiapkan bukan hanya dalam pengetahuan bahasa, matematika, IPA dan IPS tetapi juga dikembangkan kemampuan berkomunikasi dan kepercayaan diri. Caranya, mereka menetapkan sendiri peraturan dalam pelaksanaan kegiatan dan menetapkan siapa pembaca doa awal dan akhir pertemuan. Mereka juga dibiasakan menulis jurnal pengalaman serta perasaan termasuk di dalamnya perasaan menghadapi mata pelajaran yang kurang mereka sukai.

Kelompok dan Alasan Penamaan

Pada saat anak diminta berkelompok, yang disyaratkan terdiri dari perempuan dan laki, mereka diminta memberi nama pada kelompoknya. Mau tahu pilihan mereka? Bakti Bangsa, di mana Bahar sebagai wakil teman-temannya menyatakan kelompok itu merasa penting bagi kita semua untuk mengingat pentingnya bakti pada bangsa. Kelompok lain menamakan Hijau Lumut, dimana Puput memberikan dasar penamaan karena mereka merasa lumut adalah bagian dan lambang dari alam dan kehidupan. Sedangkan Vira menyebutkan kelompoknya memilih Inter Milan dan heran kalau masih ada yang menanyakan mengapa dipilih nama tersebut. Katanya jenaka: "Kan gak usah dikasih tahu kenapa lagi? Sudah terkenal sekali kok..."

Suka IPA
Sebagian besar dari 12 anak ini menyenangi IPA, seperti ungkapan Rifki dalam jurnal hariannya,"Saya suka IPA karena saya rasa kita harus dekat dengan alam." Sebaliknya, sebagian besar tidak menyukai matematika. Karena itu dalam pendekatan persiapan dilakukan berbagai kegiatan melalui permainan yang meingkatkan minat anak untuk lebih mendekatkan diri pada matematika.

Tim pengajar dan pendamping dari Yayasan Cahaya Guru juga akan menyusun profil peserta agar bisa dengan lebih tepat membantu persiapan yang tinggal sebulan lamanya itu. Tidak mudah, tapi pasti bisa dengan niat yang sudah terbukti bersama melalui kegembiraan anak-anak dan pengajar serta tim pendamping pelaksanaan kegiatan ini.

2016© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.