16
Nov
2008
Lokakarya "Guru dan Banjir Jakarta"
Post by: Admin
lokakarya_untuk_web_2[YCG-November 2008] Dalam rangka Hari Guru Nasional 2008, Yayasan Cahaya Guru mengadakan lokakarya "Guru dan Banjir Jakarta." Kegiatan ini dihadiri sekitar 200 orang guru dari 100 Sekolah Dasar (SD) di Jakarta.

Keunikan lokakarya ini adalah seluruh peserta berasal dari SD yang setiap tahun selalu mengalami banjir di lima wilayah DKI Jakarta.

Lokakarya terselenggara berdasarkan keprihatinan Yayasan Cahaya Guru atas beban dan tuntutan pada para guru dan didukung oleh Guru Fund, Kelompok Kompas Gramedia, Majalah Bobo, PT PLN (Persero), PT Federal International Finance (FIF), Mc. Donald's, Sekolah Cikal, dan KPP Al-Izhar.

Lokakarya dimulai dengan diskusi bersama Mang Idin, jawara Kali Pesanggrahan yang dikenal keberhasilannya dalam menggerakkan masyarakat untuk melakukan penghijauan dan menjaga kebersihan sungai tidak kurang dari 120 km.

Dua prinsip penting dalam pendekatan lingkungan adalah: "Alam bukanlah warisan nenek moyang tetapi TITIPAN anak cucu" dan "orang pintar banyak tetapi yang paham sedikit".

Ulasan dua hal di atas ke dalam kurikulum dan keseharian sudah banyak mengundang tanya jawab yang dipandu oleh Puteri Pendidikan 2008, Amanda Witdarmono.

Pendekatan guru melalui penggalian kearifan lokal dan sejarah wilayah sekolah atau tempat tinggal sangat ditekankan oleh Mang Idin. Dengan mengenal sejarah maka anak akan merasa dekat dengan daerah tersebut.

Setelah diskusi dengan Mang Idin peserta dibagi menjadi delapan kelompok untuk berbagi pengalaman menghadapi bencana banjir di lingkungan sekolah masing-masing. Sebagai bagian diskusi kelompok, diberikan pelatihan menulis untuk pengembangan keterampilan berekspresi yang dibutuhkan para siswa pula. Seluruh kegiatan yang dilakukan dirancang untuk bisa dikembangkan di sekolah. AM

 

2016© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.