27
Jul
2008
Workshop Psiko Expo
Post by: Admin

psikoekspo_tanya_nama2[YCG-Juli 2008] Global warming telah menjadi pembicaraan yang hangat di berbagai kalangan. Ia tidak hanya menjadi pembicaraan di satu wilayah atau regional, tapi telah menjadi pembicaraan seluruh penghuni bumi ini. Ini terbukti dengan digelarnya Konferensi Climate Change di Bali pada 3 - 14 Desember 2007. Dalam acara tersebut tidak kurang dari 189 negara mengirim utusannya untuk ikut serta dalam membahas langkah yang akan dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim dunia. Dari diskusi yang dilaksanakan selama 11 hari tersebut disepakati bahwa dunia harus segera mengambil tindakan untuk mengurangi emisi gas akibat penggundulan hutan, yang mengakibatkan efek rumah kaca, yang kemudian dianggap berdampak pada berbagai masalah lingkungan seperti banjir dan sebagainya.

Permasalahan lingkungan tidak hanya memengaruhi orang dewasa namun juga anak-anak baik di rumah maupun di sekolah. Anak-anak menjadi teralienasi dari lingkungan sehingga merasa jijik ketika harus melangkah di rumput . Mereka dan hanya dapat bergembira melalui permainan-permainan cyber. Prestasi di sekolahpun menjadi tidak optimal´┐Ż karena kurangnya ruang gerak anak di lingkungan dan sekolah mereka karena kalah oleh pembangunan mall.

Namun, sebenarnya kekurangan lahan dan sarana yang ada bisa diatasi dengan mengoptimalkan potensi lingkungan yang ada di sekitar, baik sekitar sekolah dan lingkungan siswa. Kegiatan observasi lapangan dalam proses pembelajaran dengan melibatkan siswa terhadap lingkungan bisa menjadi salah satu alternatif untuk menjawab kekurangan sarana di sekolah.

Untuk itu, Fakultas Psikologi bekerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya Yayasan Cahaya Guru melakukan program Psiko Expo "Green Psychologi" yang diisi dengan berbagai kegiatan seminar dan lokakarya. Salah satu dari rangkaian program lokakarya yang dilakukan adalah lokakarya peduli lingkungan yang dihadiri oleh 53 Guru dari berbagai daerah di Jakarta dan Jawa Barat. Kegiatan tersebut dilakukan pada 26 Juli 2008 yang bertempat di Fakultas Psikologi UI.

Dalam lokakarya tersebut, guru didorong untuk memanfaatkan potensi lingkungan baik di sekolah maupun di luar sekolah sebagai sumber pembelajaran untuk siswa. Dari diskusi tersebut, tidak sedikit guru yang baru menyadari ternyata lingkungan di sekitar sekolah mereka sangat banyak dan berangam untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran.

Harapannya, kreativitas dan inovasi guru akan terus berkembang dalam memanfaatkan potensi lingkungan di sekolah atau luar sekolah. AM

2016© YAYASAN CAHAYA GURU
DESIGN & DEVELOPMENT BY OTRO DESIGN CO.